Agribisnis
Ayam Ras Petelur
Usaha
Agribisnis ayam petelur merupakan usaha yang strategis untuk dikembangkan.
Telur ayam merupakan bahan pangan padat gizi, karenanya telur ayam merupakan
sumber protein hewani, sumber asam lemak tidak jenuh, sumber vitamin dan
mineral.Telur ayam adalah salah satu sumber protein yang sangat baik untuk
dikonsumsi sehari-hari. Bergelut diusaha bisnis telur ayam juga menjanjikan dan
tingkat permintaan telur ayam perharinyapun sangat tinggi. Tingginya tingkat
permintaan kebutuhan telur ayam adalah tantangan bagi para peternakan khususnya
peternakan ayam petelur dan para pelaku ternak ayam petelur sebagai penghasil
untuk bisa menyuplai dan mencukupi kebutuhan permintaan tersebut.
Sebelum
mempelajari leebih jauh lagi tentang agribisnis ayam petulur, ada baiknya kia
mengetahui tipe-tipe ayam petelur tersebut. Ada 2 tipe dari ayam petelur yaitu:
1. Tipe
Ayam Petelur Ringan.
Tipe ayam ini disebut
dengan ayam petelur putih. Ayam ini mampu bertelur lebih dari 260 telur
pertahun. Sebagai ayam ras petelur, ayam tipe ini memang khusus
untuk bertelur saja dan dagingnya hanya sedikit. Ayam petelur ringan
ini sensitif terhadapa cuaca panas dan keributan. 2 hal ini dapat membuat produksi telurnya menjadi cepat turun.
untuk bertelur saja dan dagingnya hanya sedikit. Ayam petelur ringan
ini sensitif terhadapa cuaca panas dan keributan. 2 hal ini dapat membuat produksi telurnya menjadi cepat turun.
2. Tipe
Ayam Petelur Medium.
Telur yang dihasilkan
ayam jenis ini cukup banyak dan juga dapat menghasilkan
daging yang banyak. Karena warnanya yang cokelat, maka ayam ini disebut dengan ayam petelur cokelat. Harganya dipasaran lebih mahal daripada telur putih. Hal
ini dikarenakan telur cokelat lebih berat daripada telur putih dan produksinya
telur cokelat lebih sedikit daripada telur putih. Selain itu daging dari ayam
petelur medium akan lebih laku dijual sebagai ayam pedaging dengan rasa
yang enak.
daging yang banyak. Karena warnanya yang cokelat, maka ayam ini disebut dengan ayam petelur cokelat. Harganya dipasaran lebih mahal daripada telur putih. Hal
ini dikarenakan telur cokelat lebih berat daripada telur putih dan produksinya
telur cokelat lebih sedikit daripada telur putih. Selain itu daging dari ayam
petelur medium akan lebih laku dijual sebagai ayam pedaging dengan rasa
yang enak.
Cara Ternak Ayam Ras
Petelur
Pemilihan
Lokasi Kandang
Untuk
memulai bisnis dibidang ternak ayam petelur ada persyaratan yang harus
dipenuhi, diantaranya adalah syarat dalam memilih lokasi untuk membangun
kandang. Persyaratannya adalah sebagai berikut:
1. Lokasi
kandang ayam harus berada jauh dari keramaian atau pemukiman penduduk.
2. Lokasi
mudah dijangkau dari pusat-pusat pemasaran. Agar pendistribusian dan pemasaran
hasil ternak dapat menjadi lebih efektif dan efisien.
3. Lokasi
terpilih bersifat menetap, tidak berpindah-pindah.
Penyiapan
Bibit
Dalam
memilih bibit-bibit ayam yang akan dijadikan ayam petelur ada beberapa
kriterianya diantaranya adalah sebagai berikut :
a. Pilihlah
ayam petelur yang sehat dan tidak memiliki fisik yang cacat.
b. Jika
kita memelihara bibit tersebut dari kecil, maka pilihlah bibit yang pertumbuhan
dan perkembangannya normal.
c. Gunakan
ayam petelur yang berasal dari bibit yang unggul.
Pemeliharaan
·
Sanitasi & Tindakan Preventif
Kebersihan lingkungan kandang
(sanitasi) pada areal peternakan merupakan usaha pencegahan penyakit yg paling
murah, hanya dibutuhkan tenaga yg ulet/terampil saja. Tindakan preventif dengan
memberikan vaksin pada ternak .
·
Pemberian Pakan dan Minnum.
Untuk
pemberian pakan ayam petelur ada 2 fase
yaitu fase starter (umur 0-4 minggu) & fase finisher (umur 4-6 minggu). Pemberian
minum disesuaikan dangan umur ayam, dalam hal ini dikelompokkan dalam 2 (dua)
fase yaitu:
a. Fase starter (umur 1-29 hari), jumlah air minum yang dibutuhkan sampai
umur 4 minggu adalahsebanyak 122,6 liter/100 ekor. Pemberian air minum
pada hari pertama hendaknya diberi tambahan gula dan obat anti stress
kedalam air minumnya. Banyaknya gula yang diberikan adalah 50 gram/liter
air.
a. Fase starter (umur 1-29 hari), jumlah air minum yang dibutuhkan sampai
umur 4 minggu adalahsebanyak 122,6 liter/100 ekor. Pemberian air minum
pada hari pertama hendaknya diberi tambahan gula dan obat anti stress
kedalam air minumnya. Banyaknya gula yang diberikan adalah 50 gram/liter
air.
b. Fase
finisher (umur 30-57 hari), jumlah air minum
yang dibutuhkan pada fase
30-57 hari sebanyak 333,4 liter/hari/ekor.
30-57 hari sebanyak 333,4 liter/hari/ekor.
·
Pemberian Vaksinasi & Obat.
Vaksinasi
merupakan salah satu cara pengendalian penyakit virus yg menulardengan cara
menciptakan kekebalan tubuh. Pemberiannya secara teratur sangat penting utk
mencegah penyakit. Vaksin dibagi menjadi 2 macam yaitu:
I.
Vaksin aktif adalah vaksin mengandung
virus hidup. Kekebalan yg ditimbulkan lebih lama daripada dgn vaksin
inaktif/pasif.
II.
Vaksin inaktif, adalah vaksin yg
mengandung virus yg telah dilemahkan/dimatikan tanpa merubah struktur
antigenic, hingga mampu membentuk zat kebal. Kekebalan yg ditimbulkan lebih
pendek, keuntungannya disuntikan pada ayam yg diduga sakit.
·
Pemeliharaan Kandang.
Agar
bangunan kandang dapat berguna secara efektif, maka bangunan kandang perlu
dipelihara secara baik yaitu kandang selalu dibersihka, dijaga dan dicek
apabila ada bagian yg rusak supaya segera disulam/diperbaiki kembali
Panen
Ayam Petelur
a. Hasil
utama.
Hasil utama dari budidaya ayam petelur
adalah berupa telur yg dihasilkan oleh ayam. Sebaiknya telur dipanen 3 kali dalam
sehari. Hal ini bertujuan agar kerusakan isi telur yang disebabkan oleh virus dapat
terhindar/berkuang. Pengambilan pertama pada pagi hari antara pukul
10.00-11.00; pengambilan kedua pukul 13.00-14.00; pengambilan ketiga
(terakhir)sambil mengecek seluruh kandang dilakukan pada pukul 15.00-16.00.
b. Hasil
tambahan
Hasil tambahan yang dapat dinikmati dari hasil budidaya ayam petelur
adalah daging dari ayam yg telah tua (afkir) & kotoran yg dpt dijual utk
dijadikan pupuk kandang.
Daftar Pustaka