Sabtu, 09 Januari 2016

Agribisnis Ayam Ras Petelur

Agribisnis Ayam Ras Petelur



Usaha Agribisnis ayam petelur merupakan usaha yang strategis untuk dikembangkan. Telur ayam merupakan bahan pangan padat gizi, karenanya telur ayam merupakan sumber protein hewani, sumber asam lemak tidak jenuh, sumber vitamin dan mineral.Telur ayam adalah salah satu sumber protein yang sangat baik untuk dikonsumsi sehari-hari. Bergelut diusaha bisnis telur ayam juga menjanjikan dan tingkat permintaan telur ayam perharinyapun sangat tinggi. Tingginya tingkat permintaan kebutuhan telur ayam adalah tantangan bagi para peternakan khususnya peternakan ayam petelur dan para pelaku ternak ayam petelur sebagai penghasil untuk bisa menyuplai dan mencukupi kebutuhan permintaan tersebut.
Sebelum mempelajari leebih jauh lagi tentang agribisnis ayam petulur, ada baiknya kia mengetahui tipe-tipe ayam petelur tersebut. Ada 2 tipe dari ayam petelur yaitu:
1.      Tipe Ayam Petelur Ringan.
Tipe ayam ini disebut dengan ayam petelur putih. Ayam ini mampu bertelur lebih dari 260 telur pertahun. Sebagai ayam ras petelur, ayam tipe ini memang khusus
untuk bertelur saja dan dagingnya hanya sedikit. Ayam petelur ringan
ini sensitif terhadapa cuaca panas dan keributan. 2 hal ini dapat membuat produksi telurnya menjadi cepat turun.
2.      Tipe Ayam Petelur Medium.
Telur yang dihasilkan ayam jenis ini cukup banyak dan juga dapat menghasilkan
daging yang banyak. Karena warnanya yang cokelat, maka ayam ini disebut dengan ayam petelur cokelat. Harganya dipasaran lebih mahal daripada telur putih. Hal
ini dikarenakan telur cokelat lebih berat daripada telur putih dan produksinya
telur cokelat lebih sedikit daripada telur putih. Selain itu daging dari ayam
petelur medium akan lebih laku dijual sebagai ayam pedaging dengan rasa
yang enak.






Cara Ternak Ayam Ras Petelur


Pemilihan Lokasi Kandang
Untuk memulai bisnis dibidang ternak ayam petelur ada persyaratan yang harus dipenuhi, diantaranya adalah syarat dalam memilih lokasi untuk membangun kandang. Persyaratannya adalah sebagai berikut:
1.      Lokasi kandang ayam harus berada jauh dari keramaian atau pemukiman penduduk.
2.      Lokasi mudah dijangkau dari pusat-pusat pemasaran. Agar pendistribusian dan pemasaran hasil ternak dapat menjadi lebih efektif dan efisien.
3.      Lokasi terpilih bersifat menetap, tidak berpindah-pindah.

Penyiapan Bibit
Dalam memilih bibit-bibit ayam yang akan dijadikan ayam petelur ada beberapa kriterianya diantaranya adalah sebagai berikut :
a.       Pilihlah ayam petelur yang sehat dan tidak memiliki fisik yang cacat.
b.      Jika kita memelihara bibit tersebut dari kecil, maka pilihlah bibit yang pertumbuhan dan perkembangannya normal.
c.       Gunakan ayam petelur yang berasal dari bibit yang unggul.

Pemeliharaan
·         Sanitasi & Tindakan Preventif
            Kebersihan lingkungan kandang (sanitasi) pada areal peternakan merupakan usaha pencegahan penyakit yg paling murah, hanya dibutuhkan tenaga yg ulet/terampil saja. Tindakan preventif dengan memberikan vaksin pada ternak .
·         Pemberian Pakan dan Minnum.
           Untuk pemberian pakan ayam petelur ada 2  fase yaitu fase starter (umur 0-4 minggu) & fase finisher (umur 4-6 minggu). Pemberian minum disesuaikan dangan umur ayam, dalam hal ini dikelompokkan dalam 2 (dua) fase yaitu:
a.        Fase starter (umur 1-29 hari),  jumlah air minum yang dibutuhkan sampai
           umur 4 minggu adalahsebanyak 122,6 liter/100 ekor. Pemberian air minum
           pada hari pertama hendaknya diberi tambahan gula dan obat anti stress
           kedalam air minumnya. Banyaknya gula yang diberikan adalah 50 gram/liter
           air.
b.         Fase finisher (umur 30-57 hari), jumlah air minum  yang dibutuhkan pada fase
30-57 hari sebanyak 333,4 liter/hari/ekor.
·         Pemberian Vaksinasi & Obat.
Vaksinasi merupakan salah satu cara pengendalian penyakit virus yg menulardengan cara menciptakan kekebalan tubuh. Pemberiannya secara teratur sangat penting utk mencegah penyakit. Vaksin dibagi menjadi 2 macam yaitu:
                               I.            Vaksin aktif adalah vaksin mengandung virus hidup. Kekebalan yg ditimbulkan lebih lama daripada dgn vaksin inaktif/pasif.  
                            II.            Vaksin inaktif, adalah vaksin yg mengandung virus yg telah dilemahkan/dimatikan tanpa merubah struktur antigenic, hingga mampu membentuk zat kebal. Kekebalan yg ditimbulkan lebih pendek, keuntungannya disuntikan pada ayam yg diduga sakit. 
·         Pemeliharaan Kandang.
Agar bangunan kandang dapat berguna secara efektif, maka bangunan kandang perlu dipelihara secara baik yaitu kandang selalu dibersihka, dijaga dan dicek apabila ada bagian yg rusak supaya segera disulam/diperbaiki kembali

Panen Ayam Petelur
a.       Hasil utama.
Hasil utama dari budidaya ayam petelur adalah berupa telur yg dihasilkan oleh ayam. Sebaiknya telur dipanen 3 kali dalam sehari. Hal ini bertujuan agar kerusakan isi telur yang disebabkan oleh virus dapat terhindar/berkuang. Pengambilan pertama pada pagi hari antara pukul 10.00-11.00; pengambilan kedua pukul 13.00-14.00; pengambilan ketiga (terakhir)sambil mengecek seluruh kandang dilakukan pada pukul 15.00-16.00.
b.      Hasil tambahan
Hasil tambahan yang dapat  dinikmati dari hasil budidaya ayam petelur adalah daging dari ayam yg telah tua (afkir) & kotoran yg dpt dijual utk dijadikan pupuk kandang.




Daftar Pustaka


PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA

MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA Kelompok 8    :       Fanny Arisda Amaliya. / 22215466                   ...