Minggu, 10 April 2016

PDB, Pertumbuhan dan Perubahan Struktur Ekonomi

·          Produk Domestik Bruto

Produk Domestik Bruto (PDB) atau Gross Domestic Product (GDP) adalah nilai seluruh produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di suatu negara selama satu tahun, baik oleh perusahaan nasional maupun perusahaan asing yang berada dinegara tersebut. Sehingga PDB hanya menghitung total produksi dari suatu negara tanpa memperhitungkan apakah produksi itu dilakukan dengan memakai faktor produksi dalam negeri atau tidak.
PDB Nominal (atau disebut PDB Atas Dasar Harga Berlaku) merujuk kepada nilai PDB tanpa memperhatikan pengaruh harga. Sedangkan PDB riil (atau disebut PDB Atas Dasar Harga Konstan) mengoreksi angka PDB nominal dengan memasukkan pengaruh dari harga.
PDB dapat dihitung dengan 3 pendekatan, yaitu:
    a)      Pendekatan produksi
Menurut metode ini, PDB adalah total output (produksi) yang dihasilkan oleh suatu perekonomian. Cara penghitungan dalam praktik adalah dengan membagi-bagi perekonomian menjadi beberapa sektor produksi (industrial origin). Dalam perhitungan PDB dengan metode produksi, yang dijumlahkan adalah nilai tambah (value added) masing-masing sektor.
Rumus PDB dengan Pendekatan Produksi adalah
PDB = (P X Q)1 + (P X Q)2 + ..... (P X Q)n
     Ket:
     P          = harga
     Q         = kuantitas
b)     Pendekatan Pengeluaran/Pembelanjaan
Menurut metode pengeluaran, nilai PDB merupakan nilai total dalam perekonomian selama periode tertentu.
Rumus PDB dengan Pendekatan Pengeluaran/Pembelanjaan adalah
                                   PDB = C + I + G + (X – M)
     Ket:
     C = Konsumsi masyarakat
     I = Investasi  
     G = Pengeluaran pemerintah
     X = Ekspor
     M = Impor
c)      Pendekatan Pendapatan
Metode pendapatan memandang nilai output perekonomian sebagai nilai total balas jasa atas faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi.
Rumus PDB dengan Pendekatan Pendapatan adalah
PDB = R + W + I + P
Ket :
R         = Rent/sewa (Balas jasa untuk tenaga kerja)
W        = Wage/upah/gaji (Balas jasa untuk barang modal)
I           = Interest/bunga modal (Balas jasa untuk pemilik uang/aset)
P          = Profit/laba (Balas jasa untuk pengusaha)

Secara teori, PDB dengan pendekatan pengeluaran dan pendapatan harus menghasilkan angka yang sama. Namun karena dalam praktik menghitung PDB dengan pendekatan pendapatan sulit dilakukan, maka yang sering digunakan adalah dengan pendekatan pengeluaran. Secara kasar PDB dapat dijadikan ukuran kesejahteraan ekonomi suatu negara, akan tetapi ukuran ini tidak terlalu tepat. Mengapa dikatakan tidak tepat karena jika hanya melihat PDB, perhitungan tersebut masih mengabaikan faktor jumlah penduduk. 

  
·          Pertumbuhan dan perubahan struktur ekonomi

Pertumbuhan ekonomi merupakan bagian penting dalam pembangunan ekonomi untuk mengetahui kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat dalam suatu negara.
Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi harus disertai dengan penambahan kesempatan kerja untuk menghindari ketimpangan pemerataan pendapat suatu negara.
Sumber-sumber pertumbuhan ekonomi didapatkan dari pertumbuhan peningkatan agregrat dan pertumbuhan penawaran agregat. Permintaaan agregrat terdiri atas permintaan konsumen , perusahaan dan pemerintah yang meningkat dari tahun ke tahun. Penawaran agregrat disebabkan dari peningkatan volume dari faktor-faktor produksi yang digunakan seperti tenaga kerja , modal dan tanah. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi adalah: faktor sumber daya manusia, sumber daya alam, ilmu pengetahuan dan teknologi, faktor budaya, dan sumber daya modal.

Perubahan struktur ekonomi merupakan suatu rangkaian perubahan yang saling berkaitan satu sama lain dengan komposisi permintaan agregrat , ekspor dan impor , serta penawaran agregrat.
Teori perubahan struktural menitikberatkan pada transformasi ekonomi yang dialami NB (Negara Berkembang), yang semula bersifat subsisten menuju kesistem perekonomian yang lebih modern. Ada dua teori utama yang umum digunakan dalam menganalisa perubahan struktur ekonomi, yaitu
1.      Teori Migrasi (Arthur Lewis)
 Teori Arthur Lewis Membahas proses pembangunan ekonomi yang terjadi di pedesaan dan perkotaan. Teori ini mengamsusikam perekonomian tradisional di pedesaan yang didominasi oleh sektor pertanian dan perekonomian modern di perkotaan dengan industri sebagai sektor utamanya
2.       Teori transformasi Struktural (Horis Chenery)
Proses transformasi struktural akan mencapai taraf yang paling cepat bila pergeseran pola permintaan domestik kearah output industri manufaktur diperkuat oleh perubahan yang serupa dalam komposisi ekspor.


·          Pertumbuhan ekonomi selama orde baru hingga saat ini

Pertumbuhan ekonomi Indonesia dari era orde baru sampai sekarang masih fluktuatif atau mengalami naik turun.
Pada awal masa orde baru Indonesia mengalami inflasi yang cukup tinggi, tingkat inflasi pada awal 1966 tingkat inflasi kurang lebih 650% pertahun. Presiden Soeharto pada masa itu berhasil menekan inflasi dari 650% pertahun menjadi dibawah 15% dalam waktu kurang dari dua tahun. Untuk menekan inflasi yang begitu tinggi, Presiden Soeharto melakukan beberapa langkah untuk menekan inflasi tersebut. Di samping itu Soeharto pada tahun 1970-an menggenjot penambangan minyak dan pertambangan. Sehingga pendapatan negara dari migas meningkat, dari 0,6 % miliar ditahun 1973 menjadi 10,6% miliar ditahun 1980.
Era reformasi dimulai ketika orde baru berakhir. B. J. Habibie yang mengawali masa reformasi membuat kebijakan yang diutamakan untuk mengendalikan stabilitas politik. Namun pada masa B. J. Habibie muncul sebuah kebijakan yang bernama kebijakan Jaring Pengaman Sosial (social safety net). Yang menyebabkan suatu prestasi yang mengagumkan yakni nilai tukar rupiah dari 16.000 menjadi 6.000 rupiah. Pada masa kepemimpinan presiden Abdurrahman Wahid pun, belum ada tindakan yang cukup berarti untuk menyelamatkan negara dari keterpurukan. Padahal berbagai persoalan ekonomi yang diwariskan orde baru harus dihadapi, antara lain masalah KKN, pemulihan ekonomi, kinerja BUMN, pengendalian inflasi, dan mempertahankan kurs rupiah. Pemerintahan dilanjutkan oleh Megawati Soekarnoputri yang mengalami masalah-masalah mendesak untuk dipecahkan, yaitu pemulihan ekonomi dan penegakan hukum.
Pada masa kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono, terdapat kebijakan kontroversial, yaitu mengurangi subsidi BBM dan Bantuan Langung Tunai (BLT). Kebijakan untuk meningkatkan pendapatan perkapita ditempuh dengan cara mengandalkan pembangunan infrastruktur massal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi serta mengundang investor asing dengan janji m emperbaiki iklim investasi.
Di masa kepemimpinan Joko Widodo – Jusuf Kalla saat ini banyak sekali kebijakan-kebijakan yang telah dikeluarkan untuk memperbaiki dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia..
Pada masa reformasi perekonomian Indonesia berangsur membaik, harga-harga barang pokok juga kembali normal. Setidaknya reformasi telah membawa Indonesia untuk menjadi lebih baik, dan pada saat ini memang Indonesia sudah mulai berorientasi ke luar dalam hal menjalin kerjasama dengan dunia luar di bidang ekonomi. Memang pada kenyataannya, apabila Indonesia menerapkan pembangunan dalam bidang ekonomi yang berorientasi ke luar, hal tersebut bias merubah tatanan baru dan menciptakan stabilitas perekonomian di Indonesia, walaupun tidak sepenuhnya stabil dalam aspek-aspek lainnya.

   ·          Faktor-faktor penentu prospek pertumbuhan ekonomi 
         Indonesia

Secara garis besar, terdapat 2 (dua) faktor yang menentukan prospek pertumbuhan ekonomi si Indonesia. Adapun kedua faktor tersebut adalah faktor internal dan eksternal. 
1.      Faktor Internal
Krisis ekonomi pada tahun 1998 yang disebabkan oleh buruknya fundamental ekonomi nasional, serta lambatnya proses pemulihan ekonomi nasional pasca peristiwa tersebut menyebabkan banyak investor asing yang enggan (bahkan hinggasampai saat ini) menanamkan modalnya di Indonesia. Kemudian proses pemulihanserta perbaikan ekonomi nasional juga tidak disertai kestabilan politik dan keamanan yang memadai, penyelesaian konflik sosial , serta tidak adanya kepastian hukum. Padahal faktor-faktor non ekonomi inilah yang merupakan aspek penting dalam menentukan tingkat resiko yang terdapat di dalam suatu Negara untuk menjadi dasar keputusan bagi para pelaku usaha atau investor terutama asing, untuk melakukan usaha atau menginvestasikan modalnya di Negara tersebut.

2.      Faktor Eksternal

Kondisi perdagangan dan perekonomian regional serta dunia merupakan faktor eksternal yang sangat penting untuk mendukung proses pemulihan ekonomi di Indonesia.

Selain ke dua faktor tersebut, ada juga beberapa faktor lain yang dianggap penting dalam menunjang pertumbuhan ekonomi suatu negara, yaitu:


a.)    Faktor sumber daya manusia
b.)    Faktor sumber daya alam
c.)    Faktor ilmu pengetahuan dan teknologi
d.)   Faktor budaya
e.)    Faktor sumber daya modal
f.)     Faktor kewirausahaan (entrepreneurship)

·          Perubahan struktur ekonomi

Perubahan struktur ekonomi merupakan suatu rangkaian perubahan yang saling berkaitan satu sama lain dengan komposisi permintaan agregrat , ekspor dan impor , serta penawaran agregrat.
Teori perubahan struktural menitikberatkan pada transformasi ekonomi yang dialami NB (Negara Berkembang), yang semula bersifat subsisten menuju kesistem perekonomian yang lebih modern.
Ada dua teori utama yang umum digunakan dalam menganalisa perubahan struktur ekonomi, yaitu ArthurLewis (Teori Migrasi) dan Horis Chenery (Teori transformasi Struktural).
a.       Teori Arthur Lewis
Teori Arthur Lewis membahas proses pembangunan ekonomi yang terjadi di pedesaan dan perkotaan. Teori ini mengansumsikan perekonomian tradisional di pedesaan yang didominasi oleh sektor pertanian dan perekonomian modern di perkotaan dengan industri sebagai sektor utama.
b.      Teori Horis Chenery
Teori Horis Chenery mengatakan bahwa proses transformasi struktural akan mencapai taraf yang paling cepat bila pergeseran pola permintaan domestik kearah output industri manufaktur diperkuat oleh perubahan yang serupa dalam komposisi ekspor. Dalam modal transformasi struktural, relasi antara pertumbuhan output disektor industri manufaktur, pola perubahan  permintaan  domestik  kearah  output industri dan pola perubahan perdagangan luar negeri.


Lalu di samping itu, terdapat pula beberapa faktor yang menentukan terjadinya perubahan struktur ekonomi di Indonesia, antara lain:
  1.  Produktivitas tenaga kerja per sektor secara keseluruhan.
  2. Adanya modernisasi dalam proses peningkatan nilai tambah dari bahan baku, barang     setengah jadi dan barang jadi.
  3. Kreativitas dan penerapan teknologi yang disertai kemampuan untuk memperluas pasar produk/jasa yang dihasilkannya.
  4. Kebijakan pemerintah yang mendorong pertumbuhan dan pengembangan sektor dan komoditi unggulan.
  5. Ketersediaan infrastruktur yang menentukan kelancaran aliran distribusi barang dan jasa serta mendukung proses produksi.
  6. Kegairahan masyarakat untuk berwirausaha dan melakukan investasi secara terus-menerus.
  7.  Adanya pusat-pusat pertumbuhan baru yang muncul dalam wilayah daerah.
  8. Terbukanya perdagangan luar daerah dan luar negeri melalui ekspor-impor.




 Referensi:

1 komentar:

  1. Assalamualaikum.wr.wb. perkenalkan nama saya Hariyati Dewi Tki Hongkong, saat menulis ini saya teringat memory masa lalu.saya sangat tergugah hati melihat coretan hati yang Ibu tulis. saya jadi teringat tentang masa-masa sulit dulu,karena iktiar dan usaha , seolah2 menjadi dendam bukan lagi motivasi, cuma satu tujuan saya pada saat bagaiman caranya untuk bangkit..singkat kata berbagai macam iktiar dan cara yang saya lalui, mengingat pada saat itu hutang saya 1,2m yang tidak sedikit, belum lagi bunga renternir yang bertambah. karena usaha, kesungguhan hati, akhirnya saya menemukan jalan /solusi melalui Program Pesugihan Dana Gaib Tanpa Tumbal. saya percaya ALLAH ITU TIDAK DIAM MAHA PENYAYANG , cobaan itu bukan lah ujian tapi hadiah yang tersilmut untuk kebahagiaan yang sebenar2nya. Dengan keyakina dan keberania saya ikut bergabung untuk mengikuti Program Pesugihan Dana Gaib Tanpa Tumbal dan memohonkan dana sesuai kebutuhan dan kesanggupan saya. Cuma dalam waktu 1 hari 1 malam saya mendapat telpon dari pihak Program tersebut, Alhamdulillah dana yang saya mohonkan sudah cair dan sudah dapat saya gunakan untuk melunasi hutang. jika anda ingin seperti saya
    silahkan hubungi
    Ki Witjaksono: 085-2222-31459
    Atau kunjungi website

    Klik-> PESUGIHAN DANA GAIB

    Ingat kesempatan tidak akan datang untuk yang kedua kalinya.

    BalasHapus

PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA

MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA Kelompok 8    :       Fanny Arisda Amaliya. / 22215466                   ...